
SMK Telkom Terpadu AKN Marzuqi merupakan bagian dari rangkaian besar cita-cita luhur KH. Ahmad Khoirun Nasihin, seorang ulama kharismatik sekaligus pendiri Pondok Pesantren AKN Marzuqi. Nama AKN Marzuqi sendiri merupakan akronim dari nama beliau dan ayahandanya yang mulia, Simbah Marzuqi.
Awal mula berdirinya Pondok Pesantren AKN Marzuqi dimulai pada tahun 1998. Berawal dari sebidang tanah kecil di tengah semak belukar kawasan pesisir utara Jawa, tepatnya di Dukuh Slempung, Desa Dukuhseti, Kabupaten Pati, kini kompleks pendidikan ini telah menjelma menjadi lembaga pendidikan terpadu modern yang berdiri megah di atas lahan seluas kurang lebih 6 hektare. Berbagai fasilitas pun turut dikembangkan, termasuk akses internet 24 jam melalui jaringan hotspot yang telah tersebar di area pondok.
Transformasi besar ini berada di bawah naungan Yayasan Baitul Hazin, yang menaungi beberapa unit pendidikan seperti Pondok Pesantren Thoriqoh Tijaniyah, Ponpes Putra-Putri AKN Marzuqi, SMP Terpadu AKN Marzuqi, hingga SMK Telkom Terpadu AKN Marzuqi.
Banyak pihak semula meragukan keberhasilan pembangunan kawasan ini, mengingat lokasi awalnya hanyalah tambak dan lahan tidak produktif. Namun berkat tekad kuat dan visi jangka panjang dari KH. Ahmad Khoirun Nasihin, semua rintangan berhasil dilewati.
Gagasan untuk membangun sebuah perguruan terpadu sejatinya telah tumbuh dalam diri Kiai Nasihin sejak tahun 1990, saat beliau masih berusia 20 tahun. Keinginannya bahkan sempat dianggap tidak masuk akal oleh orang-orang terdekat, termasuk oleh KH. Ahmad Thoha Ismail, Ketua Yayasan Baitul Hazin saat ini. Namun berkat istikharah dan keyakinan yang kuat, Kiai Nasihin memantapkan hati untuk memulai pembangunan di Dukuh Slempung, mengesampingkan alternatif lokasi lain di Ngemplak, Gabus, dan bahkan Rembang.
Pembangunan pun dimulai secara bertahap sejak tahun 2000, dimulai dengan pendirian pondok pesantren, dilanjutkan dengan masjid, SMP, dan akhirnya SMK. Pada tahun 2004, pusat pendidikan ini resmi dibuka dan mulai menerima siswa dari berbagai penjuru daerah.
SMK Telkom Terpadu AKN Marzuqi kini menjadi salah satu sekolah kejuruan unggulan di wilayah Pati dan sekitarnya, dengan jumlah siswa yang terus meningkat dan kualitas pendidikan yang kompetitif. Para siswa mendapatkan pembelajaran yang seimbang antara ilmu agama dan ilmu pengetahuan umum, dengan pendekatan karakter dan teknologi yang relevan dengan kebutuhan zaman.
Momentum penting dalam sejarah lembaga ini terjadi pada tahun 2003, saat peresmian gedung pendidikan yang turut dihadiri langsung oleh Presiden Republik Indonesia saat itu, Susilo Bambang Yudhoyono. Kehadiran orang nomor satu di Indonesia pada waktu itu menjadi simbol bahwa keberadaan lembaga ini tidak bisa dianggap remeh, meski berakar dari daerah terpencil.
Kini, SMK Telkom Terpadu AKN Marzuqi terus berkembang menjadi lembaga pendidikan yang tidak hanya unggul dalam prestasi akademik, tetapi juga mengakar dalam nilai-nilai spiritual dan moralitas Islam. Warisan perjuangan dan visi besar KH. Ahmad Khoirun Nasihin akan terus menginspirasi generasi muda untuk tumbuh menjadi insan yang cerdas, berakhlak mulia, dan bermanfaat bagi bangsa dan agama.


