SMK Telkom Terpadu AKN Marzuqi secara konsisten melaksanakan program literasi, dikenal sebagai ‘Rabu Membaca’. Kegiatan ini wajib diikuti oleh seluruh siswa setiap hari Rabu pagi, setelah mereka menunaikan sholat Dhuha berjamaah di masjid sekolah. Inisiatif ini bertujuan menanamkan kecintaan terhadap buku dan menjadikan kegiatan membaca sebagai bagian tak terpisahkan dari rutinitas mingguan siswa.
Program ini diluncurkan sebagai respons terhadap tantangan literasi nasional dan sebagai upaya sekolah dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang tidak hanya unggul dalam bidang teknologi informasi (sesuai spesialisasi SMK Telkom), tetapi juga kuat dalam aspek intelektual dan spiritual. Dengan menggabungkan kegiatan literasi dengan ibadah, sekolah berharap dapat menumbuhkan karakter siswa yang berwawasan luas sekaligus memiliki akhlak yang mulia.
Pelaksanaan ‘Rabu Membaca’ sangat sederhana namun terstruktur. Setiap siswa diwajibkan membawa satu buku non-pelajaran dari rumah, yang dapat berupa fiksi, non-fiksi, sejarah, motivasi, atau karya sastra lainnya. Setelah sholat Dhuha selesai, alih-alih langsung menuju kelas, para siswa mengisi barisan di dalam masjid dan mulai membaca buku mereka masing-masing dalam suasana hening selama durasi waktu yang telah ditentukan, biasanya sekitar 15 hingga 20 menit.
Kepala SMK Telkom Terpadu AKN Marzuqi, Winarno, S.Pd. menyampaikan antusiasmenya terhadap program ini. “Masjid adalah pusat spiritual, dan kami ingin menjadikannya juga sebagai pusat ilmu pengetahuan. Dengan membaca di lingkungan yang sakral dan tenang ini, kami berharap ilmu yang diserap siswa tidak hanya masuk ke pikiran, tetapi juga meresap ke dalam hati. Ini adalah integrasi antara Iman dan Ilmu yang kami tanamkan,” ujarnya.
Dampak positif dari kegiatan ini mulai terasa signifikan. Para guru melaporkan adanya peningkatan fokus dan konsentrasi siswa dalam pembelajaran di kelas setelah sesi membaca pagi. Selain itu, koleksi buku non-pelajaran yang dibawa siswa menjadi lebih beragam, mendorong mereka untuk saling bertukar rekomendasi dan memperluas wawasan mereka di luar kurikulum teknologi yang padat.
Meskipun program ini berjalan lancar, tantangan utama yang dihadapi adalah memastikan setiap siswa benar-benar fokus membaca dan bukan sekadar memegang buku. Untuk mengatasinya, pihak sekolah berencana menambahkan sesi diskusi atau review buku singkat di dalam kelas setelah jam membaca selesai, serta melibatkan guru mata pelajaran agama dan Budi Pekerti untuk mengaitkan nilai-nilai yang ditemukan dalam buku dengan nilai keislaman.
Secara keseluruhan, kegiatan ‘Rabu Membaca’ SMK Telkom Terpadu AKN Marzuqi menjadi model inspiratif bagaimana sekolah dapat memanfaatkan fasilitas spiritual sebagai ruang literasi. Inisiatif ini membuktikan bahwa budaya membaca dapat ditumbuhkan melalui cara yang kreatif dan terintegrasi, menghasilkan lulusan yang tidak hanya cerdas secara teknologi, tetapi juga kaya akan ilmu pengetahuan dan memiliki fondasi karakter yang kuat.
Kegiatan Spirit Literasi SMK Telkom Terpadu AKN Marzuqi





