Jl. Raya Tayu-Puncel Km. 11, Slempung, Dukuhseti, Pati, 59158

Open 07:00 am to 02:00 pm

Hari Batik Nasional 2025

Warta Sekolah

Dukuhseti (2/10/2025), Peringatan Hari Batik Nasional SMK Telkom Terpadu AKN Marzuqi dilaksanakan melalui penyelenggaraan workshop dan praktik pembuatan batik tulis. Kegiatan ini menghadirkan pakar sekaligus praktisi, Ibu Dwi Yuli Astuti, Owner dari Batik Tawung Sari, yang secara langsung berbagi ilmu dan membimbing seluruh siswa dalam teknik mencanting. Kehadiran Ibu Dwi Yuli Astuti memberikan bobot keahlian industri, memastikan siswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga mendapatkan tip praktis dari pelaku usaha batik yang sukses.

Kolaborasi dengan Batik Tawung Sari, merupakan inisiatif strategis SMK Telkom Terpadu AKN Marzuqi. Bertujuan untuk memberikan edukasi otentik tentang proses batik tulis yang merupakan warisan budaya adiluhung dan menghubungkan siswa dengan dunia kewirausahaan lokal. Dengan menggandeng Dwi Yuli Astuti, sekolah berharap dapat memotivasi siswa untuk melihat batik bukan hanya sebagai seni, tetapi juga sebagai potensi ekonomi kreatif yang dapat diintegrasikan dengan keahlian teknologi mereka.

Dwi Yuli Astuti membuka workshop dengan menjelaskan filosofi dasar di balik motif-motif batik Tawung Sari yang khas, diikuti dengan demonstrasi langkah demi langkah proses pembuatan batik tulis. Beliau menekankan pentingnya kualitas malam (wax) dan teknik mencanting yang tepat untuk mencegah malam merembes. “Batik bukan sekadar gambar, tetapi doa dan harapan yang tertuang dalam setiap garis canting. Kesabaran dan fokus adalah kuncinya,” pesan Ibu Dwi Yuli kepada para siswa.

Dwi mengungkapkan kebanggaannya bisa berbagi ilmu dengan generasi muda yang berlatar belakang teknologi. “Saya melihat potensi besar di sini. Siswa-siswi SMK Telkom memiliki ketelitian digital yang tinggi, dan jika ketelitian itu dialihkan ke canting, hasilnya akan luar biasa. Harapan saya, mereka tidak hanya menjadi konsumen batik, tetapi juga inovator yang mampu membawa motif tradisional ke platform digital global,” ujarnya setelah mendampingi sesi praktik.

Setelah sesi demonstrasi, seluruh siswa langsung turun tangan mempraktikkan teknik mencanting di atas kain mori. Siswa-siswi, termasuk dari jurusan yang padat dengan materi teknis seperti Teknik Komputer Jaringan dan Rekayasa Perangkat Lunak, menunjukkan keseriusan. Mereka berupaya keras meniru gerakan mencanting Dwi Yuli Astuti, meski tangan mereka terasa kaku saat pertama kali memegang canting yang berisi malam panas.

Sesi praktik ini menjadi momen yang mempertemukan keahlian kejuruan dan seni tradisi. Siswa-siswa Multimedia dan TKR tampak cepat beradaptasi dengan pola, sementara siswa RPL menunjukkan konsentrasi tinggi layaknya sedang meneliti kode program. Selain itu, guru juga ikut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Mereka mencoba mengaplikasikan prinsip desain modern ke dalam medium tradisional, menciptakan pola-pola unik yang memadukan unsur teknologi dan kearifan lokal.

Tantangan suhu yang tidak stabil, serta risiko canting menetes, mengajarkan para siswa sebuah pelajaran penting: hasil yang indah memerlukan proses yang cermat dan berulang. Pengalaman ini secara tidak langsung menumbuhkan karakter ketekunan, kehati-hatian, dan penghormatan terhadap karya tangan. Kain-kain batik sederhana hasil karya siswa menjadi bukti nyata bahwa semua orang mampu menciptakan keindahan, asalkan ada niat dan kesabaran.

Workshop bersama Dwi Yuli Astuti dari Batik Tawung Sari ini berhasil menjadikan peringatan Hari Batik Nasional di SMK Telkom Terpadu AKN Marzuqi lebih dari sekadar perayaan. Ini adalah investasi budaya dan pendidikan kewirausahaan. Sekolah berharap kolaborasi ini akan menjadi pemicu bagi siswa untuk melanjutkan eksplorasi antara teknologi dan seni, serta melahirkan generasi yang tidak hanya menguasai coding dan jaringan, tetapi juga bangga menjadi pewaris sekaligus inovator budaya bangsa.

Hari batik

Item added to cart.
0 items - Rp0